Selasa, 28 Desember 2010

Menelusuri perjalanan Tauhid Chapter I




Argghhh pusing masalah banyak kondisi badan tidak memungkinkan dan akhirnya ngerjain skripsipun saya malas, daripada ga ada kerjaan mending nulis aja dah apa yang terlintas di otak saya malam ini. Yah sesuai tulisan saya pada edisi kemarin hari ini saya ingin sedikit berbicara masalah perjalan Tauhid. Kenapa mesti Tauhid ya??sebenarnya sih menurut saya Tauhid adalah dasar dari agama islam karena dengan Tauhid kita tidak akan pernah tersesat karena ketaatan akan ketuhanan dan kerasulan Nabi Besar Muhammad SAW. Kaetika saya berbicara tentang Tauhid terlintas di fikiran kawan kawan sekalian akan kalimat Tauhid “asyhaduaala ilaha illah wa asyhadu anna muhammadarrasuluulah yang artinya aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya. Dasar agama merupakan landasan awal yang harus dibangun dalam konstruksi agama yang seringkali dengan sadar ataupun tidak kalimat Tauhid tersebut ternoda oleh perbuatan kita sendiri yang kemudian merusak Tauhid kita sehingga tersesatlah kita dari jalan yang sebenarnya harus kita lalui. Tauhid semakna dengan meng-Esa_kan Allah yang menyatakan Bahwa bahwa Allah Mutlak yang Maha Tunggal dan layak untuk disembah, Dia tiada bersekutu dengan apapun karena Dialah Yang Maha Tunggal lagi Maha Agung.
Ketika berbicara tentang Tauhid sebenarnya siapa sih yang mengajarkan Tauhid tersebut pertama kali?? Jawabannya adalah Nabi Ibrahim beliau adalah Bapak Proklamator ajaran Tauhid dan disebut juga bapa Monotheisme serta penyeru keadilan. Oleh karena itu nama Ibrahim AS dalam Al-quran sering disebut. Tercatat pada 24 surah ada sekitar 60 kali nama Ibrahim disebutkan sebagai pembawa Ad din yang autensitas Tauhidnya terjamin, yaitu dengan kalimat Hanifa addin yang lurus. Sehingga beliaupun disebut Hanif yaitu orang yang memilki semangat kebenaran dengan istiqomah, beliau selalu tegar dan kokoh dalam membawa al haq dan menolak segenap khurafat, syirik serta kekafiran. Allah berfirman
” kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.”(An Nahl 123).
Ajaran Tauhid berarti menentang kepada ajaran yang tidak meyakini adanya Allah (komunisme) serta menolak kepada pernyataan bahwa kekuasaan Allah bersyarikat dengan yang lain.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalau udah mampir jangan lupa komentarnya ya