Perjalanan Tauhid chapter III
Hari ini saya menulis lebih cepat dari yang biasanya, soalnya nanti malam kayaknya ga bakalan bisa nulis deh soalnya Tim nas Indonesia main lagi melawan malaysia ya itung itung partai sakit hati kalah karena sedikit dicurangin. Okelah di edisi tulisan saya hari ini saya akan sedikit membahas tentang lanjutan dari tema sebelumnya yaitu perjalanan Tauhid Chapter III yaitu faktor dan sebab sebab adanya penyaklit syirik.
Sebab yang pertama yaitu mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan Allah berfirman “dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(Al Isra 36).
Mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan alias bahasa kerennya taklid buta apabila kita cermati secara seksama, maka faktor taklid buta ini telah merasuk dikalangan masyarakat, hal ini dikarenakan waktu mereka disibukkan dan dihabiskan hanya untuk kepentingan duniawi saja, mereka sibuk dengan dunianya sementara tanpa sadar lupa akan akhiratnya dan yang lebih fatal lagi mereka lupa akan Allah yang menciptakan mereka dari setetes air yang hina. Allah berfirman “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.”(Al Khasyr 19)
Kawan kawan sekalian ada suatu fenomena nanti di hari kiamat dimana masyarakat taklid buta adalah penghuni neraka dengan azab yang sangat pedih, sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an ketika mereka saling menuding dan saling menyalahkan terhadap pemimpin pemimpin mereka hal ini tertuang dalam firman Allah :”dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”(Ibrahim 22)
Sehingga tak seorangpun luput dari azab Allah kecuali para pengikut tersebut hanya dapat berdoa di dalam Azab Allah SWT yang diterangkan di dalam firman Allah :”66. pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul".67. dan mereka berkata;:"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar).68. Ya Tuhan Kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(Al Ahzab 66-67-68)
Sehingga Allah menjawab doa mereka dengan berkata wahai malaikat maut hunjamkanlah pemimpin pemimpin mereka,pembesar pembesar mereka alim ulama yang menurut mereka adalah paling benar padahal semuanya menyesatkan dari jalan Allah sampai kekeraknya neraka, pemimpinnnya dikerak neraka kalo pengikutnya dipertengahan nah sekarang pertanyaan saya kepada Anda maukah anda dipertengahan tersebut???jawab ya…???saya tunggu wkwkwk
Oleh karena itu kalau tidak mau tergolong orang orang seperti yang saya tuliskan di atas tadi maka hendaklah meneliti atau tabayyun terhadap segala apa yang kita jumpai, temui dan fahami mengingat kita sebagai manusia yang diberikan akal fikir nalar hati untuk memikirkan serta meneliti terhadap segala sesuatu yang menyangkut berita wahyu ataupun ajaran Agama yang menjanjikan banyak hal padahal janji yang tidak didasari perintah Allah serta Nabi maka hal tersebut adalah janji semu hal itu telah digambarkan dari ayat ibrahim 22 saling mencela dan memaki padahal dua duanya merupakan hamba yang ingin memperoleh jalan Tuhannya apalagi tidak mencari…
Hal ini berlaku juga dalam dunia perkuliahan antara mahasiswa dengan dosen guru dengan murid, para murid dan mahasiswa jangan saja langsung mengiyakan apa yang disampaikan oleh para guru ataupun dosen melainkan harus dicari kebenarannya. sehingga apabila terjadi kejanggalan ataupun kesalahan hal ini tidak akan berlanjut berikan saja teguran secara layak seorang mahasiswa dengan dosennnya atau seorang murid dengan gurunya. sehingga akan tercipta masyarakat yang kritis yang akan membangun bangsa di segala bidang tanpa terkecuali,
wallahu a’lam bishawab
Jangan lupa berikan komentarnya ya…