Selasa, 28 Desember 2010

Perjalanan Tauhid chapter III


Perjalanan Tauhid chapter III
            Hari ini saya menulis lebih cepat dari yang biasanya, soalnya nanti malam kayaknya ga bakalan bisa nulis deh soalnya Tim nas Indonesia main lagi melawan malaysia ya itung itung partai sakit hati kalah karena sedikit dicurangin. Okelah di edisi tulisan saya hari ini saya akan sedikit membahas tentang lanjutan dari tema sebelumnya yaitu perjalanan Tauhid Chapter III yaitu faktor dan sebab sebab adanya penyaklit syirik.
            Sebab yang pertama yaitu mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan Allah berfirman “dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(Al Isra 36).
            Mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan alias bahasa kerennya taklid buta apabila kita cermati secara seksama, maka faktor taklid buta ini telah merasuk dikalangan masyarakat, hal ini dikarenakan waktu mereka disibukkan dan dihabiskan hanya untuk kepentingan duniawi saja, mereka sibuk dengan dunianya sementara tanpa sadar lupa akan akhiratnya dan yang lebih fatal lagi mereka lupa akan Allah yang menciptakan mereka dari setetes air yang hina. Allah berfirman “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.”(Al Khasyr 19)
            Kawan kawan sekalian ada suatu fenomena nanti di hari kiamat dimana masyarakat taklid buta adalah penghuni neraka dengan azab yang sangat pedih, sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an ketika mereka saling menuding dan saling menyalahkan terhadap pemimpin pemimpin mereka hal ini tertuang dalam firman Allah :”dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”(Ibrahim 22)
            Sehingga tak seorangpun luput dari azab Allah kecuali para pengikut tersebut hanya dapat berdoa di dalam Azab Allah SWT yang diterangkan di dalam firman Allah :”66. pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul".67. dan mereka berkata;:"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar).68. Ya Tuhan Kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(Al Ahzab 66-67-68)
            Sehingga Allah menjawab doa mereka dengan berkata wahai malaikat maut hunjamkanlah pemimpin pemimpin mereka,pembesar pembesar mereka alim ulama yang menurut mereka adalah paling benar padahal semuanya menyesatkan dari jalan Allah sampai kekeraknya neraka, pemimpinnnya dikerak neraka kalo pengikutnya dipertengahan nah sekarang pertanyaan saya kepada Anda maukah anda dipertengahan tersebut???jawab ya…???saya tunggu wkwkwk
            Oleh karena itu kalau tidak mau tergolong orang orang seperti yang saya tuliskan di atas tadi maka hendaklah meneliti atau tabayyun terhadap segala apa yang kita jumpai, temui dan fahami mengingat kita sebagai manusia yang diberikan akal fikir nalar hati untuk memikirkan serta meneliti terhadap segala sesuatu yang menyangkut berita wahyu ataupun ajaran Agama yang menjanjikan banyak hal padahal janji yang tidak didasari perintah Allah serta Nabi maka hal tersebut adalah janji semu hal itu telah digambarkan dari ayat ibrahim 22 saling mencela dan memaki padahal dua duanya merupakan hamba yang ingin memperoleh jalan Tuhannya apalagi tidak mencari…
          Hal ini berlaku juga dalam dunia perkuliahan antara mahasiswa dengan dosen guru dengan murid, para murid dan mahasiswa jangan saja langsung mengiyakan apa yang disampaikan oleh para guru ataupun dosen melainkan harus dicari kebenarannya. sehingga apabila terjadi kejanggalan ataupun kesalahan hal ini tidak akan berlanjut berikan saja teguran secara layak seorang mahasiswa dengan dosennnya atau seorang murid dengan gurunya. sehingga akan tercipta masyarakat yang kritis yang akan membangun bangsa di segala bidang tanpa terkecuali,
wallahu a’lam bishawab

Jangan lupa berikan komentarnya ya…

perjalanan Tauhid chapter II


Chapter 2

Syirik artinya syarikat atau sekutu

                Kawan kawan sekalian seruan da’wah agar setiap manusia tetap bertauhid dan menjaga ajaran agar tetap hanif dan istoqomah sejak zaman nabi Ibrahim kemudian ditapaktilasi oleh Rasulullah SAW dengan bimbingan wahyu Allah ialah Al-quran. Lalu ketika kita kita sudah diberikan petunjuk diberikan pedoman kenapa kebanyakan manusia masih saja membuat penyimpangan penyimpangan dalam menganut faham ke Tuhanan, mereka syarikatkan dan ditandingkannnya Allah dengan yang lain, bahkanlebih condong untuk menyesatkan orang lain pula. Padahal Allah berfirman

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.(Al Baqaroh 185)

                Saya garis bawahi di atas Al qur-an sebagai petunjuk yang diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, artinya singkatnya begini jika orang tersebut berpetunjuk kepada selain Al Qur’an berarti lain???saya tidak menjawabnya biarkan kawan kawan sendirilah yang menjawabnya. Selain itu nabi juga pernah bersabda yang artinya kurang lebih begini “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang dimana jika kamu memegang kepada kedua perkara itu kamu tidak akan pernah tersesat yaitu Al-qur’an dan assunnah”say lupa riwayat hadits tersebut namun saya yakinkan itu hadits sahih maklum pelajaran waktu SMA dulu kalo ada yang tau mohon infonya ya.



                Sekian dulu tulisan saya hari ini besok saya sambung lagi dengan edisi berikutnya. See yaaaaa



Menelusuri perjalanan Tauhid Chapter I




Argghhh pusing masalah banyak kondisi badan tidak memungkinkan dan akhirnya ngerjain skripsipun saya malas, daripada ga ada kerjaan mending nulis aja dah apa yang terlintas di otak saya malam ini. Yah sesuai tulisan saya pada edisi kemarin hari ini saya ingin sedikit berbicara masalah perjalan Tauhid. Kenapa mesti Tauhid ya??sebenarnya sih menurut saya Tauhid adalah dasar dari agama islam karena dengan Tauhid kita tidak akan pernah tersesat karena ketaatan akan ketuhanan dan kerasulan Nabi Besar Muhammad SAW. Kaetika saya berbicara tentang Tauhid terlintas di fikiran kawan kawan sekalian akan kalimat Tauhid “asyhaduaala ilaha illah wa asyhadu anna muhammadarrasuluulah yang artinya aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya. Dasar agama merupakan landasan awal yang harus dibangun dalam konstruksi agama yang seringkali dengan sadar ataupun tidak kalimat Tauhid tersebut ternoda oleh perbuatan kita sendiri yang kemudian merusak Tauhid kita sehingga tersesatlah kita dari jalan yang sebenarnya harus kita lalui. Tauhid semakna dengan meng-Esa_kan Allah yang menyatakan Bahwa bahwa Allah Mutlak yang Maha Tunggal dan layak untuk disembah, Dia tiada bersekutu dengan apapun karena Dialah Yang Maha Tunggal lagi Maha Agung.
Ketika berbicara tentang Tauhid sebenarnya siapa sih yang mengajarkan Tauhid tersebut pertama kali?? Jawabannya adalah Nabi Ibrahim beliau adalah Bapak Proklamator ajaran Tauhid dan disebut juga bapa Monotheisme serta penyeru keadilan. Oleh karena itu nama Ibrahim AS dalam Al-quran sering disebut. Tercatat pada 24 surah ada sekitar 60 kali nama Ibrahim disebutkan sebagai pembawa Ad din yang autensitas Tauhidnya terjamin, yaitu dengan kalimat Hanifa addin yang lurus. Sehingga beliaupun disebut Hanif yaitu orang yang memilki semangat kebenaran dengan istiqomah, beliau selalu tegar dan kokoh dalam membawa al haq dan menolak segenap khurafat, syirik serta kekafiran. Allah berfirman
” kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.”(An Nahl 123).
Ajaran Tauhid berarti menentang kepada ajaran yang tidak meyakini adanya Allah (komunisme) serta menolak kepada pernyataan bahwa kekuasaan Allah bersyarikat dengan yang lain.