Senin, 27 Desember 2010

berfikir kritis


Jujur saja hari ini di awal saya memulai menulis di dalam sebuah blog yang mungkin akan di baca semua orang  tanpa terkecuali. Saya bukanlah seorang penulis yangbaik akan tetapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi penulis yang baik. Saya hanya ingin menuliskan apa saja yang selama ini ada di kepala saya tanpa terkecuali, karena selama ini saya yakin banyak ilmu di dunia ini yang tidak saya peroleh dari dunia nyata oleh sebab itulah saya memohon maaf sebelumnya jika dalam semua tulisan saya tidak berkenan di hati anda sekalian yang membacanya. Saya membuka lebar lebar pintu saran dan masukan bagi anda anda sekalian jika dalam tulisan saya memuat kata kata yang mengandung sara pornografi atau apapun yang tidak sesuai dengan fakta dan realita yang ada, dan tidak menutup kemungkinan saya berada dalam posisi yang membuat saya harus menulis tanpa arah, tanpa tujuan, dan tanpa maksud yang pasti. Satu hal yang pasti jika anda sudah memulai membaca blog saya ini sya ingin menanamkan dalam diri anda untuk bersifat kritis karena jangan mengikuti sesuatu pengetahuan tentangnya
Allah berfirman “dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.(Al-Isra’36)
Kawan kawan yang saya hormati dari sebab itulah ketika ayat itu diturunkan kita selalu diminta untuk tabayyun terhadap segala sesuatunya tidak mengatakan benar dan tidak mengatakan salah terhadap segala informasi atau ilmu yang kita peroleh dan terima mealinkan menelitinya terlebih dahulu barulah mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah memang sebuah kesalahan yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan ketika segala sesuatu itu salah maka nasehatilah dengan kebenaran dan nasehatilah dengan kesabaran kartena dengan itulah kita tidak akan tersesat dengan jalan yang selama ini kita tempuh hal ini sesuai dengan firman Allah: “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(al Ashr 3)

sebuah permintaan

renote my facebook


Negeri badai itu kembali, langitx gelap oleh darah dan jinah,di atasx asap terus menyemburkan ratapan.ruang yang semula bisu dan bernafsu,kini runtuh berderak oleh desing roda roda yang berputar,asap yang bergemuruh serta peluru,hingga cuaca di sepenggal akhir tahunpun memerah.

oh,negeri dimana menara dan mercusuar cinta,yang disana bersarang haikal Sulaiman dan berlimpahan tanaman sejarah suci dan puluhan nabi,sampai kapan engkau akhiri jenaka ini? Lucu memang kenapa hal sekecil itu bisa meniadaakan segolongan kaum.

ah,sudah lah sudah kalian bersandiwara untuk ciptakan kobaran api dan bermain nyawa dg kebohongan2 dan ocehan.
lihat !!lihatlah negeri yang kotanya alpa dari peta dunia itu kini sekarat dan terbakar sudah,burung2 menjauh pergi,sungai2 mampat air mata sudah,tanah2 berkeping tumpah debu sudah.

damailah dan sembunyikan apa yang gemerlap dalam dada dan ttp saja tmpukan2 mulut kalian yg penuh amarah di almari yg sudah purba usianya.kisahkan lagi tentang cerita indah negeri yg damai,sambil memandang kearah surga. Srga yang kekal di dalamnya mengalir sungai sungai nan idah, kicauan burung yang merdu tanpa suara suara yang memekakkan telinga.

hmmp, ya Allah ,setelah rumah2 mereka rata dg tanah,mereka akan bertedu di rimba mana? mereka akan berada di bawah langitmu yg mana? setelah makhluk2mu yg jahil memborbardir mereka di tiap tikungan,sudut tanpa tersisa sedikitpun olehnya dan sebentar lagi kabar terdengar,mayat lagi,mayat lagi,kemudian tersusul ratusan orang berjingkrak.sungguh dada ini sesak!mata ini perih karena air mata yg keluar dg sendirinya.telinga ini pekak terhadap smua hal tentang itu

tapi kenapa Engkau biarkan mereka terus bertikai dengan menyebut keras nama Mu dan Meanggungkanx,
entah untuk apa?!
Entah untuk siapa?
Dan entah kapan ini smua akan berahir..

curahan hati seorang mahasiswa

renote my facebook

Mari anak anak orang kaya
susun barisan.tak peduli isi otakmu
dan kelakuanmu yang penting lulus SMA dan kartupun siap digesekkan
welcome to PTN dan pintu di bukakan.
maaf anak wong cilik yang tanpa dana dan sanak keluarga.memang terteori padamu akan beasiswa mulia,
tapi tepraktekkan padamu itu jatah orang dalam dan orang yang berkuasa.
Hah silahkan gigit jari jari tanganmu sampai berdarah darah
karena ketika melihat hal itu hanya hal tersebut yang dapat kau lakukan selain meringis karena tak mampu menghadapi persaingan hidup yang kejam dan jahannam.
swastanisasi PTN kabarnya terteori subsidi silang yang mampu membayar lebih membantu yang membayar kurang tapi kebanyakan terpraktekkan kawin silang antara nepotisme,keserakahan dan main belakang.
Dana sumbangan tak jelas kepala jurusan mendadak mobil berkelas fasilitas kuliah memelas yang protes berdemo nilainya amblas.
karena dianggap tiada loyalitas serta tak pantas,tapi telah terputuskan oleh dewa dewa di atas sana yang mengendalikan serta berkekuatan penuh untuk memutuskan.terputuslah harapan orang orang miskin kuliah murah lepas.impianpun jadi amblas akibatnya banyak yang bablas akibat dari harapan yang lepas.mungkin terlalu banyak orang kecil kuliah di PTN demonya lugas dan pantas
perlu dikurangi populasinya berbatas tegas agar semuanya berjalan mulus.
sementara mahasiswa kaya disuruh demo pasti malas karna mereka tak tahan debu dan terik panas toh yang didemokan juga handai tolannya saat dinas akhirnya semakin sulit si miskin mengejar mimpi anaknya untuk kuliah semakin enggan anak miskin mengejar nilai di sekolah karena semua tinggal hayalan.
semakin banyak dari mereka yang menyerah dan putus sekolah karena tamatan SMTA pun susah kerja,dan kuliah tak tergapai tangannya.jika ini terjadi barulah orang orang di atas berunding lagi mencari pemecahannya dan mungkin PTN dimurahkan lagi sesuai habitatnya namun saat hal itu terjadi telah terlanjur satu generasi orang orang miskin yang kecewa dan beberapa dasawarsa masyarakat miskin tertutup peluang Memperbaiki derajat hidupnya. Manusia memang selalu belajar dari kesalahan tetapi membatasi kesempatan belajar orang miskin adalah suatu kesalahan yang mengerikan.

rintihan si misnkin yang taak di dengar

renote my facebook

segala apa yang kulihat kudengar serta q ku rasa begitu memekakan telingaku,menyakitkan hatiku dan meneteskan air mataku.

bagaimana bisa disaat saudara saudaraq kelaparan mereka masih bisa tertawa dengan bebasnya menghambur hamburkan uang yang berasal dari saudara saudaraku yang miskin

.bagaimana bisa di saat si miskin sakit amat parah ditolak oleh rumah sakit karena tidak ada biaya sedangkan mereka membuat anggaran untuk merenovasi rumah rumah dinas mereka yang menelan biaya ratusan milyar padahal rumah itu masih layak huni.

bagaimana bisa ribuan anak masih putus sekolah mereka bangga akan pendidikan mereka sendiri,padahal mereka telah gagal mencerdaskan bangsa dan dari kegagalan itu mereka tak membuktikan pendidikan yang mereka banggakan.padahal sebelum semua itu terjadi janji di obral dijadikan harga serendah rendahnya,mensejahterakan rakyat,mencerdaskan bangsa,menurunkan harga,pendidikan gratis,sumpah jabatan untuk menjalankan jabatan dengan sebaik baiknya.janji janji mereka untuk pembuatan KTP gratis, akte gratis pengobat gratis dan segala galanya gratis seakan akan semua itu harus kami bayar,padahal semuanya itu memang harus gratis dan itu merupakan tugas mereka sebagai pembesar pembesar kami pemimpin pemin kami untuk tidak memungut apapun dari rakyat rakyat kecil seperti kami...jauh dari pada itu sedikitpun mereka tak memperhatikan dan hanya memikirkan perut sendiri dan kepuasan mereka sendiri..

halah apalah arti sebuah sumpah bagi mereka yang tak punya moral,etika serta adat sopan santun mereka yang tak punya moral pastilah berujung pada korupsi dan ditempatkan dalam jeruji besi untuk waktu yang sempit dan fasilitas merekapun selangit toh ga ada bedanya dengan kehidupan meraka disana.bandingkan saja dengan rakyat kecil yang hanya buah semangka hanya untuk mengganjal perutnya dihukum sedemikian rupa.

kasus Bank yang tiada berujung yang menelan uang negara triliunan kemana perginya?siapa yang bertanggung jawab?kapan berakhirnya?padahal jika saja uang tersebut diperuntukan untuk memberi makan orang orang miskin maka cukuplah bagi mereka makan yang lezat dalam 5 hari selama seumur hidup mereka.Kemana lagi ku harus mengadu,apa yang harus q perbuat.yang pasti q tak boleh pasrah menghadapi ne semua.harus ada langkah langkah kecilq sebelum q melangkah dengan besar dan lapang.takdir boleh di tetapkan oleh yang di atas tapi nasib kita yang menentukan.dan kitalah yang menentukan bagaimana nasib bangsa kita selanjutnya.


Kita adl ghuraba (orang terasing), yang melakukan perbaikan disaat mayoritas orang melakukan keburukan.
Semoga Allah mnolong dan terus mneerus memberikan kebaikan bagi kita, karena pilihan hidup kita ini terletak kepada kita dan keinginan untuk menjadi bangsa yang lebih baik.