renote my facebook
segala apa yang kulihat kudengar serta q ku rasa begitu memekakan telingaku,menyakitkan hatiku dan meneteskan air mataku.
bagaimana bisa disaat saudara saudaraq kelaparan mereka masih bisa tertawa dengan bebasnya menghambur hamburkan uang yang berasal dari saudara saudaraku yang miskin
.bagaimana bisa di saat si miskin sakit amat parah ditolak oleh rumah sakit karena tidak ada biaya sedangkan mereka membuat anggaran untuk merenovasi rumah rumah dinas mereka yang menelan biaya ratusan milyar padahal rumah itu masih layak huni.
bagaimana bisa ribuan anak masih putus sekolah mereka bangga akan pendidikan mereka sendiri,padahal mereka telah gagal mencerdaskan bangsa dan dari kegagalan itu mereka tak membuktikan pendidikan yang mereka banggakan.padahal sebelum semua itu terjadi janji di obral dijadikan harga serendah rendahnya,mensejahterakan rakyat,mencerdaskan bangsa,menurunkan harga,pendidikan gratis,sumpah jabatan untuk menjalankan jabatan dengan sebaik baiknya.janji janji mereka untuk pembuatan KTP gratis, akte gratis pengobat gratis dan segala galanya gratis seakan akan semua itu harus kami bayar,padahal semuanya itu memang harus gratis dan itu merupakan tugas mereka sebagai pembesar pembesar kami pemimpin pemin kami untuk tidak memungut apapun dari rakyat rakyat kecil seperti kami...jauh dari pada itu sedikitpun mereka tak memperhatikan dan hanya memikirkan perut sendiri dan kepuasan mereka sendiri..
halah apalah arti sebuah sumpah bagi mereka yang tak punya moral,etika serta adat sopan santun mereka yang tak punya moral pastilah berujung pada korupsi dan ditempatkan dalam jeruji besi untuk waktu yang sempit dan fasilitas merekapun selangit toh ga ada bedanya dengan kehidupan meraka disana.bandingkan saja dengan rakyat kecil yang hanya buah semangka hanya untuk mengganjal perutnya dihukum sedemikian rupa.
kasus Bank yang tiada berujung yang menelan uang negara triliunan kemana perginya?siapa yang bertanggung jawab?kapan berakhirnya?padahal jika saja uang tersebut diperuntukan untuk memberi makan orang orang miskin maka cukuplah bagi mereka makan yang lezat dalam 5 hari selama seumur hidup mereka.Kemana lagi ku harus mengadu,apa yang harus q perbuat.yang pasti q tak boleh pasrah menghadapi ne semua.harus ada langkah langkah kecilq sebelum q melangkah dengan besar dan lapang.takdir boleh di tetapkan oleh yang di atas tapi nasib kita yang menentukan.dan kitalah yang menentukan bagaimana nasib bangsa kita selanjutnya.
Kita adl ghuraba (orang terasing), yang melakukan perbaikan disaat mayoritas orang melakukan keburukan.
Semoga Allah mnolong dan terus mneerus memberikan kebaikan bagi kita, karena pilihan hidup kita ini terletak kepada kita dan keinginan untuk menjadi bangsa yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kalau udah mampir jangan lupa komentarnya ya